PALM NEWS MALAYSIAN PALM OIL BOARD Wednesday, 08 Apr 2026

Jumlah Bacaan: 229
MARKET DEVELOPMENT
UNSP Raup Penjualan Rp 1,98 Triliun Sepanjang Tahun 2019
calendar01-06-2020 | linkagrofarm.co.id (Siaran Pers) | Share This Post:

31.05.2020 (agrofarm.co.id (Siaran Pers)) - Agrofarm.co.id-PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp 1,98 triliun sepanjang tahun 2019 atau naik 1,6 persen dari Rp 1,95 triliun di 2018 seperti pada laporan keuangan 31 Desember 2019 yang dirilis Rabu 20 Mei. Penjualan ini ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 0,99 triliun, komoditas karet Rp 0,33 triliun dan komoditas oleokimia Rp 0,66 triliun.

“Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun, diantaranya dengan peremajaan menggunakan bibit unggul, dan pabrik sampai ke produk hilir sawit oleokimia di Kuala Tanjung Sumatera Utara yang beroperasi sepanjang tahun 2019. Dengan pembeli utama P&G/Procter & Gamble, ditengah rerata harga komoditas sawit CPO (Crude Palm Oil) dunia 2019 di level USD 560 per ton CIF Rotterdam yang lebih rendah dibandingkan level USD 590 di 2018,” ungkap Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto, Minggu (31/5/2020).

Selain itu, kata dia, optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik. Sekaligus membantu kesejahteraan mereka.

“Perseroan mengikuti protokol RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, diantaranya kebijakan zero-burning (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan,” paparnya.

Perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama. Saat ini produktivitas sawit nasional hanya sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun, dimana dengan bibit unggul potensi produktivitas bisa meningkat setelah program peremajaan (replanting).

Produktivitas bibit unggul perusahaan bisa menghasilkan 10 ton CPO per hektar per tahun, dengan produksi 40 ton buah sawit per hektar per tahun dan ekstraksi CPOnya 25 persen, sesuai hasil lapangan bibit unggul perseroan yang sudah disertifikasi. Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional.

Perseroan melihat bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat sebagai kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan energi nasional. Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto menambahkan, strategi peningkatan produktivitas berkelanjutan yang sedang dilakukan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang.

“Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang Perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” terang Bayu. Bantolo

 

 

https://www.agrofarm.co.id/2020/05/unsp-raup-penjualan-rp-198-triliun-sepanjang-tahun-2019/